“Terwujudnya peserta didik “CIBBER” (Cerdas, Inovatif, Berkarakter, Berbudaya, Era Teknologi Raih Daya Saing Global) dengan Berlandaskan Tri Hita Karana.”
- 01
1. Terwujudnya peserta didik yang tidak hanya mengutamakan nilai akademis saja tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan maupun memecahkan masalah.
- 02
2. Terwujudnya peserta didik yang mampu menciptakan hal baru atau mengembangkan ide yang sudah ada
- 03
3. Terwujudnya peserta didik berbudaya yang aspek budaya sangat erat kaitannya dengan Tri Hita Karana (Parahyangan – hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, Pawongan – hubungan antar manusia dalam konteks sosial budaya, Palemahan – hubungan harmonis dengan lingkungan).
- 04
4. Terwujudnya peserta didik yang mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dan siap menghadapi tantangan global
Tujuan Sekolah
1. Menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu memecahkan masalah kompleks, berpikir out-of-the-box, dan menciptakan solusi baru yang bermanfaat bagi masyarakat
2. Menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kelestarian alam.
3. Menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan menghasilkan lulusan yang melek digital
Target Sekolah
2. Pembelajaran inovatif : Mengembangkan kemampuan minimal 80% peserta didik memahami proyek yang dilakukan, melalui pemanfaatan media visual-auditori dan berproyek sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dapat diukur melalui fortopolio dan asesmen formatif.
3. Berkarakter: Mengembangkan minimal 80 % kemampuan nilai karakter pada pada dimensi kewargaan,kolaborasi peserta didik untuk memahami CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah dalam Intrakulikuler, Kokulikuler, Ekstrakulikuler dan pembiasaan CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah yang dapat diukur dengan refleksi, obsevasi dan hasil karya siswa.
4. Berbudaya: Mengembangkan mininal 80% kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya kreatif berbasis budaya lokal untuk mengikuti kegiatan gelar karya dan pementasan seni tradisional yang dapat diukur melalui presentasi karya.
5. Teknologi: Minimal 80% guru mampu menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran dan dapat diukur melalui refleksi diri guru.